
Kabar gembira kagem sedaya bobotoh, Bismillahirrohmanirrohim…
Lanjutkan membaca ‘Kabar Gembira Kagem Sedoyo Bobotoh-Viking Persib Maung Bandung’


Kabar gembira kagem sedaya bobotoh, Bismillahirrohmanirrohim…
Lanjutkan membaca ‘Kabar Gembira Kagem Sedoyo Bobotoh-Viking Persib Maung Bandung’
Tragedi runtuhnya WTC, atau tragedi 11 September. To the point aja, kali ini saya akan posting sesuatu yang membuat saya tercengang dan membuat saya semakin yakin akan Allah SWT. Semua orang pasti tau banyak tentang kejadian ini, jadi langsung aja…
Silakan dibaca :
Lanjutkan membaca ‘Subhanallah, Keajaiban Tragedi Twin Towers 11/9′

UNTUK pertama kalinya dalam sejarah kompetisi tertinggi sepak bola di Indonesia memunculkan dua striker kembar sebagai top scorer alias pencetak gol terbanyak. Boas Theofilius Erwin Salossa (Persipura) dan Cristian Gerard Alfaro Gonzales (Persib) tampil sebagai top scorer bersama setelah mengakhiri 34 pertandingan Liga Super Indonesia (LSI) 2008/2009 dengan koleksi 28 gol.
Lebih istimewa lagi, gelar top scorer kali ini juga menghadirkan kisah indah tersendiri, baik bagi Boas alias Boci maupun bagi Christian “El Loco” Gonzales.
Sebagai bangsa yang pernah terjajah, sejarah musik negeri kita awalnya dibuat sebagai propaganda. Liat aja, lagu-lagu populer seperti halo-halo Bandung, maju tak gentar, sampai Bandung lautan api yang top cer banget bikin semangat ber api-api. Hingga pada akhirnya berkembang sebagai industri musik modern di era setelah kemerdekaan.
Di era 60 anmusik Indonesia di dominasi oleh musik keroncong dan lagu daerah seperti gambang kromo dan sebagainya. Keberadaan unsur musik tersebut tak bisa lepas dari pengaruh musik pendatang seperti Portugis dan Peranakan Tiong Hoa saat itu.
Ketika itu pagi. Matahari mulai bergerak melakukan kebiasaannya, dan ayam-ayam pejantan mulai berkokok. Di sebuah ruang mulai menggeliat sesosok tubuh indah, terbangun oleh sebuah teriakan dari seseorang yang lain.
” Cepet bangun…!!! ” teriak laki-laki itu.
Tanpa bicara Dina langsung menuju kamar mandinya. Dia diam sejenak, memfokuskan pikiran. Lantas mengambil air dan meraupkan ke wajahnya. Dia sudah benar-benar bangun sekarang, ketika dia mulai mendengar abang laki-laki tirinya tadi mulai menyalakan motornya. Dengan kelihatan masih kelihatan lelah sekali, dan sesekali menguap Dina kembali ke kamarnya, melihat apa yang akan di bawanya ke sekolah hari ini. Tak lama kemudian, abang tirinya mendekat dengan wajah tidak ramah sekali.

Sodara2, penyerang Persib berada di daerah lawan,
Tendangan… Masuuuk sodara2…
Bertambah lagi kemenangan untuk Persib Bandung.
Hey Persib Bandung… padungdung geura tarung.
Hey jangan kalah, geura tandang diiring pidu’a abah.
Hey ulah rek keueung, sing reugreug teuneung ludeung.
Nu penting mah Persib tea, kudu meunang ku cara satria.

Tulisan ini mungkin bisa dikatakan sebagai sebuah tulisan yang serius bagi saya, bagi kami Chelsea FC.
Sesuatu yang menyesakkan bagi kami pada dini hari itu, 7 Mei 2009. Pasalnya, aturan gol tandang mengantarkan Barcelona bersua dengan Manchester United di final yang akan digelar di Olimpico Roma, 27 Mei mendatang. Sayangnya, lolosnya Barca diwarnai kepemimpinan kontroversial wasit Norwegia, Tom Henning Ovrebo.

The Blues merasa ada empat klaim penalti yang ditolak Ovrebo dan tidak heran mencuat adanya teori konsipirasi untuk menghentikan langkah Chelsea ke final, dengan motiv agar final all england tidak terjadi 2 kali setelah tahun lalu.
Lanjutkan membaca ‘Dan Kami(chelsea)pun Menerima’
Ponorogo dan batik, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat Batik. Disebutkan masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan Wetan.
Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo.
Lanjutkan membaca ‘Ponorogo dan Batik, Itu Dulu’
Omongan dari mereka :